-->

Shalawat Munjiyat: Bacaan, Sejarah, Makna, Keutamaan, dan Tata Cara Mengamalkannya Secara Lengkap

 

Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat adalah salah satu shalawat masyhur yang sangat dikenal di kalangan umat Islam, khususnya dalam tradisi pesantren dan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah. Shalawat ini sering diamalkan sebagai wirid harian, bacaan saat menghadapi kesulitan, hingga amalan untuk memohon perlindungan dari berbagai bahaya dan musibah.

Dalam banyak riwayat dan pengalaman para ulama, Shalawat Munjiyat disebut sebagai shalawat yang memiliki fadhilah besar, terutama sebagai sebab terbukanya pertolongan Allah SWT, terangkatnya kesempitan hidup, serta terkabulnya hajat dengan izin-Nya.

Artikel ini akan mengupas Shalawat Munjiyat secara mendalam, mulai dari teks Arab, latin, terjemahan, sejarah penyusun, kandungan makna, keutamaan, hingga adab dan cara mengamalkannya agar lebih maksimal.


Pengertian Shalawat Munjiyat

Secara bahasa, kata “Munjiyat” berasal dari bahasa Arab المنجيات yang berarti penyelamat atau yang menyelamatkan. Oleh karena itu, Shalawat Munjiyat sering dimaknai sebagai shalawat yang menjadi sebab keselamatan dari berbagai kesulitan, musibah, penyakit, maupun bencana.

Shalawat Munjiyat adalah bacaan shalawat yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta, penghormatan, dan tawassul kepada Allah SWT melalui kemuliaan Rasulullah SAW.


Teks Shalawat Munjiyat Arab Lengkap

Berikut adalah teks Shalawat Munjiyat dalam bahasa Arab:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.


Shalawat Munjiyat Latin (Transliterasi)

Agar mudah dibaca oleh masyarakat luas, berikut versi latin Shalawat Munjiyat:

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin shalatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat, wa taqdhi lana biha jami’al hajaat, wa tuthahhiruna biha min jami’is sayyi’aat, wa tarfa’una biha ‘indaka a’lad darajat, wa tuballighuna biha aqshal ghayat min jami’il khairat fil hayati wa ba’dal mamat, innaka ‘ala kulli syai’in qadir.


Terjemahan Shalawat Munjiyat dalam Bahasa Indonesia

Berikut makna terjemahannya:

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, Engkau penuhi segala kebutuhan kami, Engkau sucikan kami dari segala keburukan, Engkau angkat derajat kami di sisi-Mu ke derajat yang paling tinggi, dan Engkau sampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari segala kebaikan di dunia dan setelah kematian. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Terjemahan ini memperlihatkan bahwa Shalawat Munjiyat bukan sekadar bacaan shalawat biasa, melainkan doa lengkap yang memuat permohonan keselamatan, pemenuhan hajat, penyucian dosa, peningkatan derajat, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.


Sejarah Shalawat Munjiyat dan Penyusunnya

Siapa Penyusun Shalawat Munjiyat?

Shalawat Munjiyat dinisbatkan kepada seorang ulama besar yang terkenal dalam dunia tasawuf, yaitu:

Imam Abul Hasan Asy-Syadzili (أبو الحسن الشاذلي)

Beliau adalah pendiri Thariqah Syadziliyah, salah satu tarekat yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam dan berkembang luas di Afrika Utara, Mesir, hingga wilayah Nusantara.


Profil Singkat Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

Imam Abul Hasan Asy-Syadzili lahir pada tahun 593 H dan wafat pada tahun 656 H. Beliau dikenal sebagai ulama besar yang memiliki kedalaman ilmu syariat dan tasawuf, serta terkenal karena amalan-amalan wiridnya yang kuat dan banyak diamalkan sampai hari ini.

Karya-karya spiritual Imam Asy-Syadzili sangat berpengaruh, terutama dalam bentuk doa, hizib, dan shalawat, termasuk Hizib Bahr dan Shalawat Munjiyat.


Mengapa Dinamakan “Munjiyat”?

Penamaan “Munjiyat” berkaitan dengan kandungan doa di dalamnya yang secara eksplisit memohon:

  • keselamatan dari segala bahaya (الأهوال والآفات)

  • pemenuhan seluruh kebutuhan (جميع الحاجات)

  • penghapusan dosa dan keburukan (جميع السيئات)

  • kenaikan derajat (أعلى الدرجات)

  • tercapainya puncak kebaikan dunia dan akhirat

Sehingga shalawat ini diyakini menjadi wasilah pertolongan Allah SWT dalam kondisi yang sulit.


Kandungan Makna Shalawat Munjiyat yang Sangat Dalam

Shalawat Munjiyat bukan hanya bacaan ritual, tetapi sebuah rangkaian doa yang sangat kaya makna. Jika kita telaah, setiap potongan kalimat mengandung konsep tauhid, tawassul, serta harapan yang luas.

Berikut penjelasan kandungan maknanya:


1. Tawassul Melalui Kemuliaan Nabi Muhammad SAW

Shalawat Munjiyat dimulai dengan kalimat:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, kita memohon kepada Allah agar melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah bentuk tawassul yang paling agung, sebab Rasulullah SAW adalah makhluk paling mulia, pemimpin para nabi, dan sebab turunnya rahmat Allah untuk seluruh alam.


2. Memohon Keselamatan dari Segala Bahaya

Bagian:

تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ

Kata “al-ahwal” mencakup rasa takut, guncangan hidup, krisis, ketidakpastian, dan situasi genting. Sedangkan “al-afat” berarti bencana atau musibah seperti penyakit, kecelakaan, fitnah, kerusakan, bahkan gangguan batin.

Maknanya: kita meminta keselamatan total, lahir dan batin.


3. Memohon Dipenuhi Segala Hajat

Bagian:

وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ

Kata “jami’al hajat” menunjukkan permohonan yang sangat luas, mencakup:

  • kebutuhan ekonomi

  • urusan keluarga

  • jodoh dan keturunan

  • pekerjaan dan usaha

  • pendidikan

  • kesehatan

  • keamanan hidup

  • keberkahan rezeki

Shalawat ini menjadi doa yang lengkap karena tidak membatasi jenis hajat tertentu.


4. Memohon Penyucian dari Segala Dosa

Bagian:

وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ

Ini menunjukkan bahwa Shalawat Munjiyat bukan hanya amalan duniawi, tetapi sangat fokus pada perbaikan akhirat. Kita memohon agar Allah menyucikan diri kita dari dosa, baik dosa besar maupun kecil, dosa lahir maupun dosa batin.


5. Memohon Derajat Tinggi di Sisi Allah

Bagian:

وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ

Permintaan ini mengandung cita-cita spiritual yang tinggi. Kita tidak hanya meminta hidup selamat, tetapi juga meminta agar Allah mengangkat kedudukan kita di sisi-Nya.

Derajat tinggi di sisi Allah mencakup:

  • keteguhan iman

  • kemuliaan akhlak

  • kedekatan dengan Allah

  • kelapangan hati

  • husnul khatimah


6. Memohon Puncak Kebaikan Dunia dan Akhirat

Bagian:

وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

Kalimat ini sangat indah karena mencakup seluruh kebaikan, baik yang bisa kita rasakan sekarang maupun setelah wafat.

Makna “aqshal ghayat” berarti tujuan tertinggi. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim seharusnya tidak hanya mengejar kebaikan kecil, tetapi memohon kepada Allah agar diberikan kebaikan yang paling sempurna.


7. Penegasan Tauhid dan Kekuasaan Allah

Shalawat Munjiyat ditutup dengan:

إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ini adalah penegasan tauhid, bahwa seluruh keselamatan dan pertolongan hanya berasal dari Allah SWT.


Keutamaan Shalawat Munjiyat yang Sangat Dikenal Para Ulama

Dalam tradisi amaliyah Islam, Shalawat Munjiyat memiliki banyak keutamaan (fadhilah). Banyak ulama menyebut shalawat ini sebagai amalan yang luar biasa, terutama ketika seseorang berada dalam kondisi sempit dan terdesak.

Berikut beberapa keutamaan Shalawat Munjiyat yang sering disebut dalam kitab-kitab doa dan pengalaman para ahli wirid.


1. Menjadi Sebab Keselamatan dari Bencana dan Musibah

Salah satu fadhilah utama Shalawat Munjiyat adalah sebagai wasilah perlindungan dari:

  • bencana alam

  • wabah penyakit

  • kecelakaan

  • bahaya perjalanan

  • gangguan manusia zalim

  • fitnah dan permusuhan

  • rasa takut yang berlebihan

Karena inti doa dalam shalawat ini memang meminta keselamatan dari “al-ahwal wal afat”.


2. Mempermudah Terkabulnya Hajat

Shalawat Munjiyat dikenal sebagai shalawat yang sering dijadikan amalan saat seseorang memiliki hajat besar seperti:

  • ingin segera mendapatkan pekerjaan

  • ingin dimudahkan usaha

  • ingin melunasi hutang

  • ingin sembuh dari penyakit

  • ingin mendapatkan keturunan

  • ingin lulus ujian

  • ingin rumah tangga harmonis

Amalan ini menjadi doa tawassul yang kuat, sebab shalawat merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT.


3. Menghapus Dosa dan Membersihkan Hati

Bagian shalawat yang memohon penyucian dari dosa menunjukkan bahwa membaca Shalawat Munjiyat dengan istiqamah dapat menjadi sebab:

  • hati lebih lembut

  • lebih mudah bertaubat

  • lebih mudah meninggalkan maksiat

  • lebih ringan dalam beribadah

Shalawat juga termasuk amalan yang menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW, yang pada akhirnya menguatkan iman.


4. Menenangkan Pikiran dan Menghilangkan Kegelisahan

Shalawat Munjiyat sering diamalkan saat seseorang mengalami:

  • stres berat

  • depresi ringan

  • kecemasan hidup

  • masalah keluarga

  • kesulitan ekonomi

  • kegelisahan hati

Bacaan shalawat secara spiritual menghadirkan ketenangan karena membawa ingatan kepada Nabi SAW dan kepada Allah SWT.


5. Menjadi Benteng dari Gangguan Batin dan Makhluk Halus

Dalam pengalaman masyarakat pesantren, shalawat ini juga sering digunakan sebagai bacaan perlindungan dari:

  • gangguan jin

  • was-was berlebihan

  • mimpi buruk

  • energi negatif

  • rasa takut tanpa sebab

Namun tentu saja, inti utamanya tetap sebagai doa perlindungan kepada Allah SWT.


6. Mengangkat Derajat dan Membuka Pintu Keberkahan

Shalawat Munjiyat memohon “a’lad darajat” (derajat tertinggi), yang bisa dimaknai sebagai:

  • kemuliaan hidup

  • dihormati masyarakat karena akhlak

  • mudah mendapatkan pertolongan

  • dicintai orang shalih

  • dilimpahi keberkahan dalam rezeki

Banyak orang yang istiqamah membaca shalawat ini merasakan perubahan hidup secara perlahan namun nyata.


Dalil dan Landasan Keutamaan Bershalawat

Meskipun Shalawat Munjiyat adalah susunan ulama, landasan bershalawat sendiri sangat kuat dalam Al-Qur’an dan hadits.


Dalil Al-Qur’an Tentang Bershalawat

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(QS. Al-Ahzab: 56)

Artinya: Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi. Maka wahai orang-orang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkan salam kepadanya.

Ayat ini menunjukkan bahwa bershalawat adalah perintah langsung dari Allah SWT.


Hadits Keutamaan Bershalawat

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Makna hadits ini menunjukkan bahwa shalawat adalah amalan yang membawa limpahan rahmat dan keberkahan.


Tata Cara Mengamalkan Shalawat Munjiyat yang Benar

Shalawat Munjiyat dapat dibaca kapan saja. Namun agar lebih maksimal, para ulama biasanya menganjurkan adab dan tata cara tertentu.

Berikut tata cara yang bisa kita amalkan:


1. Membaca dalam Keadaan Suci

Sebaiknya membaca shalawat ini dalam keadaan berwudhu, meskipun tidak wajib. Wudhu membuat hati lebih fokus, serta menjadikan bacaan lebih khusyuk.


2. Menghadap Kiblat dan Duduk dengan Tertib

Jika memungkinkan, kita duduk menghadap kiblat, menenangkan pikiran, lalu membaca dengan penuh adab. Cara ini biasa dilakukan dalam tradisi wirid pesantren.


3. Membaca dengan Tartil dan Menghayati Makna

Shalawat Munjiyat memiliki makna doa yang sangat kuat. Karena itu, sebaiknya dibaca pelan, jelas, dan dihayati.

Membaca cepat tanpa memahami isi doa sering membuat hati kurang tersentuh.


4. Mengawali dengan Basmalah dan Istighfar

Banyak ulama mengajarkan agar sebelum membaca shalawat, kita membaca:

  • Bismillahirrahmanirrahim

  • Astaghfirullahal ‘azhim (3 kali atau 100 kali)

  • kemudian membaca shalawat

Ini sebagai bentuk pembersihan diri sebelum berdoa.


5. Membaca dengan Jumlah Tertentu (Wirid)

Berikut jumlah bacaan Shalawat Munjiyat yang umum diamalkan:

  • 7 kali setiap selesai shalat fardhu

  • 11 kali setiap pagi atau sore

  • 41 kali untuk memohon pertolongan besar

  • 100 kali sebagai wirid harian

  • 313 kali untuk hajat yang sangat besar

  • 1000 kali untuk amalan khusus dalam beberapa hari

Tidak ada angka baku yang wajib. Yang terpenting adalah istiqamah.


Waktu Terbaik Membaca Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat dapat dibaca kapan saja, tetapi ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama karena waktu tersebut termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

Berikut waktu yang sangat dianjurkan:


1. Setelah Shalat Fardhu

Membaca shalawat setelah shalat wajib adalah kebiasaan yang sangat baik karena saat itu hati cenderung tenang.


2. Setelah Shalat Tahajud

Tahajud adalah waktu terbaik untuk munajat. Membaca Shalawat Munjiyat setelah tahajud sering diamalkan untuk memohon pertolongan dalam masalah hidup.


3. Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari paling utama dalam Islam. Membaca shalawat pada hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri karena Rasulullah SAW sangat menganjurkan memperbanyak shalawat di hari tersebut.


4. Saat Sedang Menghadapi Kesulitan

Shalawat Munjiyat sangat cocok dibaca ketika seseorang:

  • merasa tertekan

  • sedang dikejar masalah

  • menghadapi ujian berat

  • merasa takut

  • sedang sakit

  • mengalami kesempitan ekonomi

Karena shalawat ini memang berisi permohonan keselamatan dan jalan keluar.


Adab Membaca Shalawat Munjiyat Agar Lebih Berkah

Shalawat bukan sekadar bacaan lisan. Agar menjadi amalan yang kuat, kita perlu menjaga adab-adabnya.

Berikut adab yang dianjurkan:

  • Ikhlas karena Allah

  • Menghadirkan rasa cinta kepada Nabi SAW

  • Tidak menjadikannya sekadar “ritual cepat”

  • Menjauhi maksiat dan dosa yang disengaja

  • Menjaga shalat lima waktu

  • Membaca dengan istiqamah, bukan hanya saat butuh

Shalawat yang dibaca dengan adab akan lebih berpengaruh pada hati dan kehidupan.


Shalawat Munjiyat untuk Hajat: Panduan Praktis

Banyak orang mencari “Shalawat Munjiyat untuk hajat tertentu”. Berikut panduan praktis yang sering dilakukan masyarakat pesantren:


Amalan Shalawat Munjiyat untuk Rezeki dan Kelancaran Usaha

  1. Wudhu

  2. Shalat hajat 2 rakaat

  3. Membaca istighfar 100 kali

  4. Membaca Shalawat Munjiyat 100 kali

  5. Berdoa memohon rezeki halal dan berkah

Amalan ini dapat dilakukan setiap malam selama 7 hari.


Shalawat Munjiyat untuk Keselamatan dan Perlindungan

  1. Dibaca setiap pagi setelah shalat Subuh

  2. Dibaca 11 kali atau 41 kali

  3. Diakhiri doa perlindungan

Amalan ini sering dipakai sebagai wirid penjagaan diri.


Shalawat Munjiyat untuk Melunasi Hutang

  1. Shalat taubat 2 rakaat

  2. Membaca Shalawat Munjiyat 313 kali

  3. Dilanjutkan doa pelunasan hutang

Disertai ikhtiar nyata, seperti bekerja dan menata pengeluaran.


Shalawat Munjiyat untuk Jodoh dan Keharmonisan Rumah Tangga

  1. Membaca Shalawat Munjiyat 41 kali setelah Maghrib

  2. Dilanjutkan doa memohon pasangan yang shalih/shalihah

  3. Dilakukan rutin minimal 40 hari

Yang penting bukan hanya bacaan, tetapi juga perbaikan akhlak dan kesungguhan.


Manfaat Spiritual Shalawat Munjiyat bagi Kehidupan Sehari-hari

Jika dibaca secara istiqamah, Shalawat Munjiyat dapat membawa dampak positif yang luas dalam kehidupan.

Berikut manfaat spiritual yang sering dirasakan:

  • hati lebih sabar menghadapi ujian

  • lebih ringan dalam ibadah

  • pikiran lebih jernih

  • rezeki terasa cukup meskipun tidak berlebihan

  • hubungan keluarga lebih harmonis

  • mudah menemukan solusi dalam masalah hidup

  • muncul rasa optimis dan tawakal

Manfaat ini sering muncul karena shalawat menguatkan hubungan batin seorang hamba dengan Allah SWT.


Perbedaan Shalawat Munjiyat dengan Shalawat Nariyah dan Shalawat Tibbil Qulub

Di masyarakat, Shalawat Munjiyat sering disandingkan dengan shalawat-shalawat populer lainnya. Agar tidak tertukar, berikut perbedaannya:


Shalawat Munjiyat

Fokus utama:

  • keselamatan dari bahaya

  • pemenuhan hajat

  • penghapusan dosa

  • peningkatan derajat

Ciri khas:

  • doa lengkap untuk dunia dan akhirat


Shalawat Nariyah (Tafrijiyah)

Fokus utama:

  • pembukaan kesulitan besar

  • kemudahan urusan genting

  • solusi cepat

Ciri khas:

  • sering dibaca 4444 kali untuk hajat besar


Shalawat Tibbil Qulub

Fokus utama:

  • penyembuhan penyakit hati dan fisik

  • kesehatan jasmani dan rohani

Ciri khas:

  • sering dibaca untuk terapi spiritual


Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa memilih amalan sesuai kebutuhan, namun tetap meyakini bahwa semua shalawat adalah ibadah mulia.


Diagram Alur Pengamalan Shalawat Munjiyat (Mermaid)

Berikut diagram sederhana untuk menggambarkan alur mengamalkan Shalawat Munjiyat secara tertib:

flowchart TD A[Mulai: Niat Ikhlas Karena Allah] --> B[Berwudhu dan Menenangkan Diri] B --> C[Menghadap Kiblat dan Duduk Tertib] C --> D[Membaca Basmalah dan Istighfar] D --> E[Membaca Shalawat Munjiyat dengan Khusyuk] E --> F{Tujuan Amalan?} F -->|Wirid Harian| G[11x / 41x / 100x Setiap Hari] F -->|Hajat Besar| H[313x / 1000x Dalam Waktu Tertentu] F -->|Perlindungan| I[7x Setelah Shalat atau Pagi-Sore] G --> J[Berdoa Memohon Kebaikan Dunia Akhirat] H --> J I --> J J --> K[Istiqamah dan Menjaga Amal Shalih] K --> L[Selesai: Tawakal kepada Allah SWT]

Shalawat Munjiyat dalam Tradisi Pesantren dan Amaliyah NU

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, Shalawat Munjiyat sangat dikenal dan diamalkan sebagai bagian dari wirid yang diwariskan para kiai.

Shalawat ini sering dibaca dalam:

  • majelis dzikir

  • ratiban

  • wirid ba’da shalat

  • kegiatan tahlilan

  • pengajian malam Jumat

  • amalan pribadi santri

Hal ini menunjukkan bahwa Shalawat Munjiyat bukan sekadar bacaan populer, tetapi memiliki posisi kuat dalam tradisi ulama Nusantara.


Keutamaan Membaca Shalawat Munjiyat Secara Istiqamah

Istiqamah adalah kunci utama. Banyak orang membaca shalawat hanya saat butuh, namun berhenti ketika keadaan membaik. Padahal keberkahan terbesar sering hadir dari amalan yang terus dilakukan dengan sabar.

Jika kita istiqamah membaca Shalawat Munjiyat, insyaAllah akan terbentuk:

  • kebiasaan dzikir yang kuat

  • rasa dekat dengan Nabi SAW

  • ketenangan batin

  • daya tahan spiritual menghadapi ujian

  • kemudahan hidup yang datang secara perlahan

Amalan istiqamah juga menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam memohon kepada Allah SWT.


Kesalahan Umum Saat Mengamalkan Shalawat Munjiyat

Agar amalan lebih berkualitas, kita perlu menghindari beberapa kesalahan yang sering terjadi:


1. Membaca Tanpa Memahami Makna

Shalawat Munjiyat memiliki makna doa yang sangat kaya. Membaca tanpa memahami isinya membuat hati kurang tersentuh dan doa terasa hambar.


2. Menganggap Shalawat Sebagai “Jimat”

Shalawat adalah ibadah, bukan benda mistis. Shalawat Munjiyat tidak boleh diperlakukan sebagai jimat yang otomatis bekerja tanpa iman, adab, dan tawakal.


3. Tidak Disertai Perbaikan Akhlak

Jika seseorang membaca shalawat tetapi masih mempertahankan dosa besar, permusuhan, atau kezaliman, maka keberkahan shalawat bisa tertutup oleh maksiat.


4. Tidak Menjaga Shalat Wajib

Shalawat adalah amalan besar, namun shalat lima waktu tetap fondasi utama. Amalan sunnah tidak seharusnya menggantikan kewajiban.


Shalawat Munjiyat: Bacaan yang Sangat Cocok untuk Umat di Zaman Penuh Ujian

Kondisi zaman sekarang dipenuhi ujian yang kompleks:

  • tekanan ekonomi

  • persaingan hidup

  • penyakit fisik dan mental

  • konflik sosial

  • keresahan keluarga

  • ketidakpastian masa depan

Dalam situasi seperti ini, Shalawat Munjiyat menjadi bacaan yang sangat relevan karena isinya mencakup seluruh kebutuhan manusia: keselamatan, ketenangan, pemenuhan hajat, penyucian diri, dan kebahagiaan akhirat.

Shalawat ini mengajarkan bahwa jalan keluar terbaik bukan hanya mengandalkan strategi dunia, tetapi juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Penutup: Shalawat Munjiyat sebagai Doa Lengkap Keselamatan Dunia dan Akhirat

Shalawat Munjiyat adalah shalawat yang sangat kaya makna dan manfaat. Ia bukan sekadar bacaan tradisi, melainkan doa komprehensif yang mengajarkan kita untuk memohon keselamatan, perlindungan, pemenuhan hajat, penghapusan dosa, peningkatan derajat, serta puncak kebaikan dunia dan akhirat.

Dengan membaca Shalawat Munjiyat secara istiqamah, penuh adab, dan disertai perbaikan diri, insyaAllah kita akan merasakan ketenangan batin serta pertolongan Allah SWT dalam berbagai keadaan.

Semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa memperbanyak shalawat dan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Aamiin.


FAQ Seputar Shalawat Munjiyat

1. Apakah Shalawat Munjiyat boleh dibaca setiap hari?

Ya, bahkan sangat dianjurkan sebagai wirid harian.

2. Berapa kali bacaan Shalawat Munjiyat yang paling baik?

Yang paling baik adalah yang istiqamah. Umumnya dibaca 11 kali, 41 kali, atau 100 kali.

3. Apakah Shalawat Munjiyat bisa untuk hajat tertentu?

Bisa. Karena di dalamnya ada doa pemenuhan seluruh kebutuhan (جميع الحاجات).

4. Apakah Shalawat Munjiyat harus dibaca setelah shalat?

Tidak harus, namun membaca setelah shalat fardhu sangat dianjurkan.

5. Apakah Shalawat Munjiyat termasuk amalan yang diajarkan ulama besar?

Ya, shalawat ini dinisbatkan kepada Imam Abul Hasan Asy-Syadzili, ulama besar dalam dunia tasawuf.


Bacaan Shalawat Munjiyat Singkat untuk Dipraktikkan

Agar mudah diamalkan, berikut versi yang bisa kita jadikan wirid harian:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ...

Baca minimal 11 kali setiap hari, lalu akhiri dengan doa pribadi sesuai kebutuhan.

Doa Setelah Membaca Shalawat Munjiyat (Mustajab dan Menyentuh)

Setelah selesai membaca Shalawat Munjiyat, kita dianjurkan untuk menutupnya dengan doa. Doa ini tidak harus baku, namun sebaiknya sesuai dengan isi shalawat tersebut, yaitu memohon keselamatan, pemenuhan hajat, dan keberkahan dunia-akhirat.

Berikut contoh doa yang bisa kita baca:

Allahumma ij’al shalawatana ‘ala Sayyidina Muhammadin sababًا li najatina min kulli bala’, wa farajan li kulli hammin wa ghammin, wa qadha’an li kulli hajatina, wa syifa’an li amradhina, wa rahmatan li walidaina wa asatidina wa jami’il muslimin. Allahumma a’inna ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika. Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.

Artinya secara ringkas: kita memohon agar shalawat yang kita baca menjadi sebab keselamatan dari musibah, jalan keluar dari kesempitan, terpenuhinya hajat, kesembuhan penyakit, serta rahmat untuk orang tua, guru, dan seluruh kaum muslimin.

Doa semacam ini sangat dianjurkan karena menggabungkan shalawat dan permohonan langsung kepada Allah SWT.


Shalawat Munjiyat dalam Kitab-Kitab Wirid dan Amalan Ulama

Shalawat Munjiyat bukan bacaan yang muncul tanpa sanad amaliyah. Shalawat ini telah lama tercantum dalam berbagai kitab wirid, doa, dan amalan ulama.

Di antara kitab atau majelis yang sering memasukkan Shalawat Munjiyat sebagai bagian dari wirid:

  • kumpulan shalawat dan hizib Syadziliyah

  • kitab-kitab amalan pesantren Nusantara

  • wirid-wirid yang diajarkan para kiai dalam majelis dzikir

  • beberapa naskah doa yang memuat shalawat sebagai pembuka munajat

Hal ini memperkuat bahwa Shalawat Munjiyat merupakan amalan yang telah “hidup” dalam tradisi ulama, bukan sekadar bacaan populer di media sosial.


Hikmah Besar Shalawat Munjiyat untuk Pembentukan Karakter Muslim

Jika kita perhatikan, Shalawat Munjiyat tidak hanya bermanfaat untuk memohon pertolongan Allah, tetapi juga membentuk karakter seorang muslim agar memiliki cara berpikir yang lebih matang, tawakal, dan penuh harapan.

Berikut hikmah besar dari pengamalannya:


1. Melatih Jiwa Agar Selalu Bergantung kepada Allah SWT

Kalimat demi kalimat dalam Shalawat Munjiyat mengajarkan bahwa manusia tidak bisa mengatasi segala sesuatu sendirian. Kita membutuhkan Allah dalam setiap urusan.

Dengan istiqamah membaca shalawat ini, kita akan terbiasa mengembalikan semua persoalan kepada Allah, bukan kepada makhluk.


2. Membentuk Mental Kuat dalam Menghadapi Ujian Hidup

Permohonan keselamatan dari “al-ahwal wal afat” melatih kita agar tidak mudah panik. Ujian hidup akan selalu ada, tetapi seorang muslim yang kuat adalah yang tetap tenang dan yakin bahwa Allah punya jalan keluar.

Shalawat Munjiyat secara spiritual menumbuhkan keteguhan batin.


3. Menumbuhkan Kesadaran bahwa Dosa adalah Penghalang Keberkahan

Bagian shalawat yang memohon disucikan dari keburukan menunjukkan bahwa dosa bukan hanya persoalan akhirat, tetapi juga sering menjadi penghalang rezeki, ketenangan, dan keberhasilan.

Orang yang rajin membaca Shalawat Munjiyat akan terdorong untuk memperbaiki diri karena ia terus mengulang permohonan “tuthahhiruna biha min jami’is sayyi’at”.


4. Menguatkan Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Shalawat adalah bentuk cinta. Semakin sering kita bershalawat, semakin kuat hubungan batin kita dengan Rasulullah SAW.

Cinta kepada Nabi SAW akan melahirkan:

  • semangat mengikuti sunnah

  • keinginan memperbaiki akhlak

  • kebiasaan memperbanyak ibadah

  • rasa malu untuk bermaksiat


Shalawat Munjiyat dan Konsep Tawassul yang Shahih dalam Ahlussunnah

Di kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah, tawassul melalui Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang masyhur dan diajarkan oleh para ulama. Shalawat Munjiyat termasuk bentuk tawassul yang sangat jelas.

Namun penting untuk kita pahami konsepnya dengan lurus:

  • Kita tidak meminta kepada Nabi sebagai Tuhan

  • Kita memohon kepada Allah

  • Shalawat menjadi wasilah karena Nabi Muhammad SAW adalah makhluk paling mulia

Maka Shalawat Munjiyat menjadi bentuk doa yang sesuai dengan adab seorang hamba yang ingin mendekat kepada Allah melalui kemuliaan Rasulullah SAW.


Shalawat Munjiyat untuk Penyembuhan Penyakit: Amalan yang Banyak Dipraktikkan

Dalam praktik masyarakat pesantren, Shalawat Munjiyat juga sering dibaca sebagai amalan untuk kesembuhan penyakit, baik penyakit fisik maupun penyakit batin.

Hal ini karena shalawat tersebut memuat permohonan keselamatan dari “al-afat”, yang bisa mencakup:

  • penyakit berat

  • penyakit menahun

  • sakit yang tidak jelas penyebabnya

  • gangguan psikis

  • lemah semangat hidup

Berikut tata cara amalan yang sering dilakukan:

Amalan Shalawat Munjiyat untuk Orang Sakit

  1. Wudhu dan niat memohon kesembuhan

  2. Membaca Al-Fatihah 1 kali

  3. Membaca istighfar 33 kali

  4. Membaca Shalawat Munjiyat 41 kali

  5. Membaca doa kesembuhan

  6. Ditiupkan ke air putih, lalu diminumkan

Amalan ini sering dilakukan secara istiqamah selama beberapa hari.

Catatan penting: amalan ini bukan pengganti pengobatan medis, melainkan pendamping spiritual yang memperkuat ikhtiar.


Shalawat Munjiyat sebagai Wirid Penolak Bala dan Pagebluk

Sejak zaman dahulu, para ulama mengajarkan bahwa shalawat adalah benteng spiritual yang sangat kuat. Dalam situasi wabah penyakit atau pagebluk, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat, istighfar, dan doa.

Shalawat Munjiyat secara khusus memiliki relevansi besar karena di dalamnya ada permohonan keselamatan dari segala bencana dan musibah.

Berikut contoh amalan yang sering diamalkan:

Wirid Shalawat Munjiyat Tolak Bala

  • Dibaca 100 kali setiap malam

  • Dibaca berjamaah di masjid atau rumah

  • Diakhiri doa keselamatan untuk keluarga dan negeri

Amalan ini menghidupkan semangat kebersamaan, sekaligus memperkuat keteguhan iman di masa sulit.


Shalawat Munjiyat untuk Kelancaran Rezeki dan Keberkahan Nafkah

Rezeki bukan hanya soal banyaknya uang, tetapi juga tentang keberkahan. Banyak orang memiliki penghasilan besar namun tidak merasakan ketenangan, sementara ada yang penghasilannya sederhana tetapi hidupnya terasa cukup dan damai.

Shalawat Munjiyat sangat cocok diamalkan untuk rezeki karena di dalamnya terdapat doa “taqdhi lana biha jami’al hajat” (penuhi semua kebutuhan kami).

Amalan Harian untuk Rezeki

  • Setelah Subuh: Shalawat Munjiyat 41 kali

  • Setelah Ashar: Shalawat Munjiyat 41 kali

  • Setelah Maghrib: Shalawat Munjiyat 41 kali

Jika dilakukan istiqamah, amalan ini menjadi sebab terbukanya pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.


Pengalaman Ulama dan Orang Shalih tentang Shalawat Munjiyat

Dalam tradisi Islam, pengalaman para ulama sering menjadi motivasi bagi umat untuk mengamalkan wirid. Banyak kisah dari orang shalih yang menceritakan bahwa Shalawat Munjiyat menjadi sebab pertolongan Allah.

Di antara bentuk pertolongan yang sering disebut:

  • selamat dari kecelakaan besar

  • terbebas dari fitnah

  • sembuh dari penyakit berat

  • hutang dilunasi dengan cara tak terduga

  • hajat terkabul setelah lama menunggu

  • diberi ketenangan batin di tengah masalah

Namun perlu kita garis bawahi, keberkahan tersebut bukan karena “mantra”, melainkan karena shalawat adalah ibadah yang dicintai Allah SWT dan dilakukan dengan penuh keyakinan.


Shalawat Munjiyat dan Kunci Utama: Istiqamah serta Husnuzan kepada Allah

Salah satu rahasia terbesar keberhasilan wirid adalah istiqamah. Bahkan para ulama menekankan:

“Amalan sedikit tetapi terus-menerus lebih dicintai daripada amalan banyak namun terputus-putus.”

Shalawat Munjiyat jika dibaca setiap hari, meskipun hanya 11 kali, akan membentuk “jalur spiritual” yang kuat dalam hati kita.

Dengan istiqamah, kita akan merasakan:

  • doa lebih mudah mengalir

  • hati lebih dekat kepada Allah

  • hidup terasa lebih ringan

  • kesulitan tidak lagi membuat putus asa


Shalawat Munjiyat untuk Pembuka Pintu Kemudahan dalam Pendidikan dan Ujian

Banyak pelajar, santri, dan mahasiswa mengamalkan Shalawat Munjiyat untuk memohon kelancaran dalam belajar dan ujian.

Karena shalawat ini memuat permohonan:

  • keselamatan dari bahaya (termasuk kegagalan)

  • pemenuhan kebutuhan (termasuk ilmu dan pemahaman)

  • peningkatan derajat (termasuk prestasi)

Amalan Shalawat Munjiyat untuk Ujian

  • Dibaca 21 kali sebelum belajar

  • Dibaca 41 kali sebelum ujian

  • Dibaca 100 kali pada malam menjelang ujian besar

Amalan ini dapat menjadi sebab ketenangan dan fokus, yang sangat dibutuhkan saat menghadapi ujian.


Shalawat Munjiyat untuk Kehidupan Rumah Tangga: Menguatkan Cinta dan Menghilangkan Pertengkaran

Rumah tangga sering diuji oleh hal-hal kecil yang bisa menjadi besar jika hati tidak tenang. Shalawat Munjiyat memiliki kandungan doa yang bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah dalam keluarga.

Dengan membaca shalawat ini secara rutin, banyak pasangan merasakan:

  • hati lebih sabar

  • komunikasi lebih baik

  • emosi lebih terkontrol

  • pertengkaran lebih mudah reda

  • keluarga lebih harmonis

Amalan Shalawat Munjiyat untuk Keluarga Sakinah

  • Dibaca suami dan istri masing-masing 41 kali setiap malam

  • Dibaca bersama setelah shalat Maghrib atau Isya

  • Diakhiri doa untuk keluarga

Amalan ini akan lebih kuat jika disertai sikap saling memaafkan dan menjaga adab rumah tangga.


Shalawat Munjiyat sebagai Dzikir Penjaga Hati dari Hasad dan Iri

Hasad dan iri hati adalah penyakit batin yang sangat berbahaya. Banyak orang jatuh dalam kesedihan bukan karena kekurangan harta, tetapi karena tidak bisa menerima nikmat orang lain.

Shalawat Munjiyat memiliki efek spiritual untuk membersihkan hati karena di dalamnya terdapat permohonan penyucian dari keburukan.

Dengan rutin membaca shalawat ini, insyaAllah hati akan lebih:

  • ikhlas

  • lapang

  • tenang

  • ridha terhadap takdir Allah

Ini adalah manfaat yang sangat besar, karena kebahagiaan sejati terletak pada hati yang ridha.


Panduan Lengkap Wirid 7 Hari Shalawat Munjiyat untuk Hajat Besar

Bagi kita yang sedang memiliki hajat besar, berikut contoh wirid 7 hari yang banyak diamalkan:

Hari 1 sampai Hari 7

  • Shalat hajat 2 rakaat (malam hari)

  • Istighfar 100 kali

  • Shalawat Munjiyat 313 kali

  • Doa hajat pribadi

  • Sedekah semampunya (meskipun sedikit)

Amalan ini sangat baik dilakukan dengan disiplin, karena 7 hari adalah waktu yang cukup untuk melatih kesungguhan hati.


Wirid 40 Hari Shalawat Munjiyat: Amalan yang Banyak Dilakukan Para Santri

Selain wirid 7 hari, ada juga wirid 40 hari yang sering dilakukan para santri sebagai latihan riyadhah (tirakat spiritual).

Pola Wirid 40 Hari

  • Setiap hari membaca Shalawat Munjiyat 100 kali

  • Dilakukan setelah Subuh atau setelah Isya

  • Tidak putus satu hari pun

  • Menjaga shalat berjamaah jika mampu

  • Menjaga lisan dari ghibah dan pertengkaran

Wirid 40 hari ini sering menjadi sebab perubahan besar dalam diri, terutama ketenangan batin dan kemudahan dalam urusan hidup.


Penutup Tambahan: Menghidupkan Shalawat Munjiyat sebagai Amalan Seumur Hidup

Shalawat Munjiyat adalah bacaan yang sangat layak dijadikan wirid seumur hidup karena isinya mencakup seluruh kebutuhan manusia. Ia bukan hanya doa untuk keselamatan, tetapi juga permohonan agar hidup kita dipenuhi kebaikan sampai akhir hayat.

Jika kita menjadikan shalawat ini sebagai kebiasaan harian, maka kita sedang membangun benteng spiritual yang kokoh, sekaligus menanam benih keberkahan yang akan kita panen di dunia dan akhirat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, mencintai beliau, mengikuti sunnah beliau, dan mendapatkan syafaat beliau kelak di hari kiamat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

LihatTutupKomentar