-->

Sosialisasi GOCIS LAZISNU di Purwajaya: Perkuat Sistem, Konsolidasi Kader Penggerak

 

Sosialisasi GOCIS LAZISNU di Purwajaya

Sosialisasi GOCIS LAZISNU di Purwajaya: Perkuat Sistem, Konsolidasi Kader Penggerak-Dalam rangka menindaklanjuti program penguatan kemandirian umat melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Ranting Nahdlatul Ulama Purwajaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Koin Cinta Sesama (GOCIS) pada Sabtu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Sekretariat Ranting NU Ansor Purwajaya dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kebersamaan.

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Purwadadi

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Purwadadi, pengurus Ranting NU Purwajaya, serta Ketua LAZISNU Kecamatan Purwadadi, KH. Ngalimun, yang hadir sebagai narasumber utama. Kehadiran para pengurus lintas struktur ini menjadi bukti keseriusan NU dalam memperkuat gerakan filantropi berbasis jamaah dan kader.

Dalam penyampaian materinya, KH. Ngalimun menegaskan bahwa Gerakan GOCIS merupakan instrumen strategis LAZISNU dalam membangun kemandirian umat melalui pengelolaan dana sosial keagamaan yang amanah, transparan, dan sesuai regulasi organisasi. GOCIS tidak hanya dipandang sebagai gerakan pengumpulan koin semata, tetapi sebagai media edukasi, konsolidasi, dan penguatan peran kader NU di tingkat akar rumput.

Adapun hasil penting dari sosialisasi ini antara lain:

  1. Pembentukan Koordinator LAZISNU Sistem Koin di tingkat ranting sebagai ujung tombak pelaksanaan GOCIS di masyarakat.

  2. Sistem koin yang selama ini telah dijalankan oleh Ranting NU Purwajaya tetap dilanjutkan, dengan penyesuaian teknis agar semakin tertib dan terarah.

  3. Perbaikan dan penertiban administrasi pengelolaan GOCIS agar sesuai dengan regulasi dan ketentuan dari PCNU Kabupaten Ciamis, guna menjamin akuntabilitas dan transparansi.

  4. Konsolidasi kader penggerak GOCIS, sebagai langkah penguatan sumber daya manusia agar gerakan ini berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dan kader NU di Desa Purwajaya memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya GOCIS sebagai gerakan kolektif. Dengan pengelolaan yang tertib dan kader yang solid, GOCIS LAZISNU di Purwajaya diharapkan mampu menjadi pilar penguatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan umat.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan bahwa setiap koin yang dihimpun benar-benar membawa manfaat nyata, sekaligus memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

Sinergi LAZISNU dan UPZ Perkuat Kemandirian Umat

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan sistem GOCIS LAZISNU di Desa Purwajaya dijalankan secara sinergis bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Purwajaya. Sinergi ini bertujuan agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat berjalan lebih tertib, terkoordinasi, dan saling menguatkan antar lembaga, tanpa tumpang tindih peran.

Adapun hasil utama dari sosialisasi tersebut meliputi:

  1. Pembentukan Koordinator LAZISNU Sistem Koin (GOCIS) di tingkat Ranting NU Purwajaya sebagai penggerak lapangan.

  2. Sistem koin yang selama ini telah berjalan di Ranting NU Purwajaya tetap dilanjutkan, dengan penguatan koordinasi bersama UPZ Desa Purwajaya.

  3. Perbaikan dan penertiban administrasi pengelolaan GOCIS agar sesuai dengan regulasi PCNU Kabupaten Ciamis serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

  4. Konsolidasi kader penggerak GOCIS, baik dari unsur Ranting NU, Banom NU, maupun relawan UPZ Desa, guna menjamin keberlanjutan program.

Melalui sosialisasi ini, seluruh pengurus dan kader NU Purwajaya diharapkan memiliki satu visi dalam mengelola gerakan filantropi umat. Sinergi antara LAZISNU dan UPZ Desa Purwajaya menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memperluas manfaat GOCIS bagi kesejahteraan warga.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Ranting NU Purwajaya untuk terus berkhidmah melalui gerakan sosial keagamaan yang terstruktur, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


LihatTutupKomentar